gomuslim.co.id– Untuk mewujudkan bersatunya ukhuwah antar umat Muslim dalam memperjuangkan kemaslahatan umat dan bangsa, kelompok wanita Al-Irsyad kembali menggelar Musyawarah Up Garding Wanita Al-Irsyad se-Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 24 sampai 27 Januari 2017 lalu dengan dihadiri oleh peserta dari 20 cabang Al Irsyad se-Indonesia. Sekjen PB Wanita Al Irsyad Ema Salmah mengatakan kegiatan Pengesahan Anggaran Rumah Tangga Wanita Al-Irsyad dan up grading peserta adalah dua inti kegiatan musyawarah nasional (munas).

Up grading diadakan bertujuan memberikan pembekalan terhadap kader di wilayah maupun cabang wanita Al-Irsyad Se-Indonesia, dengan bekal tersebut semua peserta diharapkan bisa berperan aktif memajukan dan mengembangkan wanita Al-Irsyad di Wilayah masing-masing. Sehingga, bisa semakin memperbesar kontribusi kebermanfaatan bagi umat dan bangsa,” paparnya.

Di antara topik-topik materi dalam acara ini sangat menarik dan kekinian, sesuai dengan kondisi jaman saat ini terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan diri. Topik-topik tersebut di antaranya; Kemampuan leadership dan memimpin rapat, pengembangan pendidikan (metode-metode kreatif di sekolah, kurikulum, menghindari kekerasan di sekolah), manajemen sekolah (cara membuat sekolah, cara mengelola, cara mengembangkan, cara mencari guru bagus), public speakingpersonal sosial resposibility dan komunikasi, kreatif problem solving dan mindset training. Materi keorganisasian terkait nilai-nilai dasar organisasi Al-Irsyad, pembahasan Anggaran Rumah Tangga, perumusan dan penyampaian program kerja.

Selain  itu, pembicara pada munas dan up grading tahu  ini sangat kompeten dan ahli di bidangnya. Dari kalangan akademisi dan praktisi yang sudah melanglang buana di kancah nasional. Para pembicara tersebut di antaranya; Ketua PB Wanita (Dra. Fahima Askar),  DR. Amanah Gozan, DR. Leila Mona Ganiem, Dra. Maryam Jubeir, Nuning Purnama, Muhammad Halim Bakhabazi, Rukmini Bustal, Ir. Sofiah Balfas dan Fauzah Askar, SH, MH.

Kemudian pemaparan materi dan proses munas juga dikemas secara  menarik dan menyenangkan.  Dengan pendekatan interaktif (dialog), visualisasi materi, pemberian simulasi (games menarik), diskusi kelompok dan presentasi peserta. Tentu semuanya tidak menghilangkan konten atau makna sebagai tujuan utama munas.

Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah organisasi Islam nasional. Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah mempunyai sifat khusus, yaitu Perhimpunan yang berakidah Islamiyyah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, di bidang pendidikan, pengajaran, serta social dan dakwah bertingkat nasional.

Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-‘Alamah Syeikh Ahmad Bin Muhammad Assoorkaty Al-Anshary, adalah seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan. Pada mulanya Syekh Surkati datang ke Indonesia atas permintaan perkumpulan Jami’at Khair yang mayoritas anggota pengurusnya terdiri dari orang-orang Indonesia keturunan Arab golongan sayyid, dan berdiri pada 1905. (nat/dbs)